Breaking News

Second Wave Corona virus Korea Muncul, Kegiatan Sekolah Batal Dibuka


Langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 di Korea Selatan terbilang sangat tanggap, membuatnya menjadi sorotan dunia. Penyebaran virusnya yang begitu luas saat klaster Daegu merebak berhasil dikendalikan, hingga akhirnya karantina di sana dilonggarkan. Namun, baru-baru ini terjadi second wave coronavirus Korea, setelah aktivitas new normal diberlakukan.
 

Munculnya Klaster Baru Penyebaran Virus COVID- 19

Penurunan jumlah kasus setelah dilakukan tes secara massal oleh otoritas Korea Selatan, membuat negara ini melonggarkan karantina yang sebelumnya dilakukan. Korea Selatan sendiri sebelumnya menduduki negara kedua setelah Cina yang memiliki tingkat kasus penyebaran virus COVID-19 terbanyak di dunia.
 
Namun, rasa lega setelah karantina dilonggarkan tak berlangsung lama, menyusul munculnya klaster baru. Seorang pengunjung kelab malam di Seoul pada Sabtu, 2 Mei, dinyatakan positif COVID-19, setelah hasil tes keluar pada Rabu, 6 Mei. Penemuan kasus baru ini pun dikatakan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, sebagai penanda gelombang kedua virus COVID-19 di negaranya.
 

Penutupan Massal Kelab Malam untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Ditemukannya kasus ini, membuat otoritas Korea Selatan melacak keberadaan 1500 orang yang dipercaya berada di kelab yang sama dengan pasien positif sebelumnya. Walikota Seoul, Park Won Soon, pun memutuskan untuk melakukan penutupan semua kelab malam di area tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghentikan rantai penyebaran virus COVID-19 di area tersebut.
 

Penemuan Kasus Positif yang Mengalami Peningkatan

Sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, pada hari Kamis, 29 Mei, otoritas Korea Selatan mencatat tambahan 79 kasus positif COVID-19. Jumlah tambahan kasus ini merupakan lonjakan tertinggi, sejak tanggal 5 April silam. Secara keseluruhan, total kasus positif COVID-19 di Korea Selatan menjadi 11.344, dengan total pasien meninggal sebanyak 269 orang.
 

Penutupan Kembali Fasilitas Umum dan Pembatalan Pembukaan Sekolah

Setelah sebelumnya karantina dilonggarkan, kegiatan sekolah di Korea Selatan direncanakan kembali normal pada tanggal 16 Mei. Namun, dengan adanya gelombang kedua virus COVID-19 ini, rencana itu urung dilakukan. Tak hanya sekolah, namun semua area publik juga akan ditutup kembali, setelah aturan pembatasan sosial mulai tanggal 29 Mei hingga 14 Juni diberlakukan.
 
Pelonggaran karantina di Korea Selatan, berdampak pada melonjaknya penemuan kasus positif COVID-19 di Negara Ginseng tersebut. Dengan terjadinya second wave coronavirus Korea ini, otoritas Korea Selatan pun mengumumkan kembali pemberlakuan pembatasan sosial, terhitung mulai dari 29 Mei hingga 14 Juni.

Tidak ada komentar