Breaking News

Hal-hal Penting Dalam Memasang Instalasi Pipa Air Panas


Memasang instalasi air panas tentu bertolak belakang dengan instalasi air dingin. Ada tidak sedikit hal yang mesti diperhatikan. Suhu air yang bertambah tentu dominan pada jenis pipa yang dipakai. Begitu pula tipe perangkat pemanas dan jumlah keran yang akan dipakai di rumah

Dulu pipa besi atau tembaga dipakai untuk air panas. Meski relatif kuat, pipa itu rawan bocor dan gampang berkarat.

Sekarang pipa air panas dapat memakai bahan polimer, semacam plastik khusus. Bahan itu bukan jenis PolyVynil Chloride (PVC), tetapi PolyEthylene (PE). Bahkan, pipa PE teranyar terbuat dari material khusu dari PERT (PolyEthylene of Raised Temperature Resistance).

Berikut lima saran guna Anda yang hendak membangun instalasi air panas.


Tentukan Titik Keran

Sebelum Anda membina instalasinya, pastikan titik keran yang berkeinginan dialiri air panas. Ambil misal shower, keran wastafel, dan bathtub. Dari sini, Anda dapat menghitung berapa pipa yang diperlukan, tergolong pula sambungannya. Mintalah saran pakar untuk menolong Anda menilai jumlah keperluan pipa.

Pilih Jenis Pipa

Jangan abaikan jenis pipa guna air panas. Di pasaran, tidak sedikit pipa yang mengklaim kuat menyangga tekanan air. Padahal, belum pasti demikian. Pilihlah pipa berbahan PERT (Polyethylene Of Raisedd Temperature Resistance). Bobotnya lebih ringan. Tahan terhadap suhu 95 derajat, tahan terhadap korosi maupun bahan kimia asam dan basa. Pemasangannya juga mudah. Tak butuh las ataupun lapisan isolator.

Pipa besi atau tembaga mudah menerbitkan zat asam saat suhu air lebih dari 60 derajat. Kelemahan beda pipa tembaga ialah pemamsangan yang tidak cukup praktis sebab penyambungannya mesti dilas. Di samping itu, sambungan butuh diberi lapisan isolator guna menghambat panas yang bisa merusak dinding.

Tentukan Diameter Pipa

Ukuran pipa air panas memprovokasi kecepatan pengaliran air panas. Cek diameter pipa dengan mempertimbangkan hal kecepatan aliran air panas tidak lebih dari 3 m per detik. Standar minimum guna bathtub ialah 25 mm. Sedangkan guna bak mandi, shover, dan sink ialah 15mm. Penentuan ini pun didasarkan pada keperluan volume air yang dibutuhkan.

Pilih Tipe Alat Pemanas

Ada dua tipe perangkat pemanas air yakni tunggal dan terpusat. Pemanas terpusat seringkali digunakan guna dua kamar mandi atau lebih. Pemanas tunggal dipakai untuk satu kamar mandi saja. Pemanas terpusat umumnya memerlukan pipa yang lebih panjang dikomparasikan pemanas tunggal sebab letaknya yang berjauhan.

Semakin panjang pipa yang dipakai risiko kehilangan panas semakin besar. Karena tersebut pilihh tipe pemanas sesuai keperluan Anda. Jika melulu satu kamar mandi yang memerlukan air panas, lumayan gunakan pemanas tunggal. Penurunan suhu usahakan tidak lebih dari 10 derajat celcius.

Keran Pengatur Air

Pasang stopkeran sebelum pipa tersambung dengan input air bersih dan output air panas. Jika water heater macet tidak butuh mematikan air dari sumbernya. Cukup memblokir keran saja. Saat memasang stopkeran, mintalah pertolongan tukang pipa yang telah berpengalaman.

Tidak ada komentar