Breaking News

Punya Anak Laki-Laki? Ini Cara Mendidiknya agar Tidak Menjadi Korban dan Pelaku Pelecehan Seksual


PELECEHAN seksual terhadap anak, bukan hanya menimpa anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. Namun, sayangnya selama ini rata-rata orang menganggap masalah pelecehan seksual hanya mengarah kepada wanita.
Mengutip dari Famifi, contohnya, ada seorang ibu bicara kepada pria dewasa tentang pelecehan seksual yang dialami putrinya. Respon pria tersebut hanya mengatakan, "Untung anak saya laki-laki semua."
Contoh percakapan tersebut menyadarkan kita bahwa masih banyak pria menganggap pelecehan seksual bukan masalah kaum mereka. Padahal, ini adalah masalah semua orang. Maka sudah saatnya orangtua mengajarkan kepada anak laki-laki bahwa masalah pelecahan seksual adalah masalah bersama. Tapi, bagaimana menjelaskan agar anak laki-laki tidak menjadi korban atau pelaku?
Psikolog di Amerika Serikat, Nekeshia Hammond, yang konsern terhadap masalah anak dan keluarga mengatakan, tidak ada kata terlalu dini untuk melakukan percakapan tentang pelecehan seksual dengan anak laki-laki.
Dia menyarankan cara untuk melakukan percakapan dengan memulai tentang membahas hal-hal apa yang membuat anak laki-laki tidak nyaman atau sedih. Termasuk jika ada orang dewasa yang 'mengganggunya'.
"Percakapan ini perlu berlanjut ketika anak duduk di SD, SMP, SMA, dan seterusnys, tapi isinya harus berbeda," ungkap Hammond.
Misalnya, seiring bertambahnya usia, jelaskan tentang jenis kelamin, bentuk pelecehan seksual, cara menghindari, percakapan tentang hubungan yang sehat. Beri anak-anak kesempatan untuk bertanya.
Laurie Thomas, MA, ELS menyatakan bahwa banyak masalah pelecehan merupakan akibat dari orang tua dan pemimpin yang mengajarkan standar ganda kepada anak laki-laki saat bersikap sopan.
Thomas bercerita tentang saudara perempuannya di ketika di SMP. Ada anak laki-laki di kelas "menyiksanya." Ketika saudara perempuan Thomas berbicara kepada kepala sekolah tentang masalah ini, kepala sekolah tidak menganggap ini masalah serius. Tanggapannya hanya, "Mungkin dia menyukaimu."
Menurut Thomas masalah pelecehan seksual akan berkurang jika orang dewasa mendidik anak-anak lebih baik.
"Pelecehan seksual adalah istilah untuk perilaku buruk. Orang tua harus mengajar anak laki-laki dan anak perempuan tentang perbedaan antara perilaku baik dan buruk sejak anak mulai bisa bicara. Poin utamanya adalah bahwa orang tua dan guru seharusnya tidak mengajar anak laki-laki yang boleh melakukan perilaku buruk terhadap anak perempuan," katanya.
Pakar pencegahan pelecehan seksual anak, Christy Heiskala, mengemukakan, orangtua dapat membuat kesepakatan bahwa tak ada batasan komunikasi antara orangtua dan anak. Jadi, anak bebas bisa berbincang tentang apa saja.
Heiskala bahkan menyarankan untuk berlatih berbicara dengan bayi tentang kesepakatan sehingga mereka siap untuk mengerti. Hati-hati dengan apa yang Anda ajarkan pada anak laki-laki tentang konsep "menjadi seorang pria"
"Budaya kita telah keliru dengan pesan yang mendefinisikan apa artinya menjadi seorang pria. Pria tidak menangis. Pria tidak suka balet. Pria tidak memakai warna pink. Budaya ini tidak sehat. Anak laki-laki perlu belajar menjadi dirinya sendiri, tidak menyesuaikan diri dengan stereotip telah ditetapkan," terangnya.

sumber : https://lifestyle.okezone.com/read/2018/03/06/196/1868556/punya-anak-laki-laki-ini-cara-mendidiknya-agar-tidak-menjadi-korban-dan-pelaku-pelecehan-seksual

Tidak ada komentar